Bulan 1: Dasar Sekali (Alphabet & Basic Words)
Tujuan: Bisa membaca, mengeja, dan mengenal kata-kata dasar.
Minggu 1-2: Alphabet & Vowels
- Belajar 26 huruf dan cara baca (A–Z)
- Latihan mengeja nama sendiri dan kata pendek (CAT, DOG, SUN)
- Belajar huruf hidup (A, E, I, O, U) dan bunyi dasarnya
- Latihan menulis huruf besar & kecil
Minggu 3-4: Basic Words & Greetings
- Kata dasar: I, You, He, She, It, Yes, No, Hello, Thank you, Sorry, Please
- Salam & perkenalan sederhana:
- “Hello, my name is…”
- “Nice to meet you”
- Latihan mendengar & menirukan pengucapan
Aktivitas:
- Menonton video alphabet & kata dasar
- Menulis huruf & kata setiap hari
- Latihan menyapa teman atau diri sendiri di cermin
Bulan 2: Angka, Waktu, dan Kalimat Sederhana
Tujuan: Bisa menghitung, menanyakan waktu, dan membuat kalimat pendek.
Minggu 5-6: Numbers & Time
- Angka 1–100
- Menanyakan waktu: “What time is it?”
- Jawaban sederhana: “It’s three o’clock.”
Minggu 7-8: Simple Sentences
- Struktur kalimat dasar: Subject + Verb + Object
- “I eat rice.”
- “She likes tea.”
- Kata tanya dasar: What, Where, Who, How
- Latihan membuat pertanyaan & jawaban pendek
Aktivitas:
- Latihan menghitung & menulis angka
- Berlatih menanyakan jam, harga, dan lokasi
- Flashcards kata-kata baru
Bulan 3: Percakapan Sehari-hari & Lingkungan Kampus
Tujuan: Bisa berkomunikasi sederhana di kehidupan internasional sehari-hari dan di kampus.
Minggu 9-10: Daily Life English
- Aktivitas sehari-hari: makan, belanja, transportasi
- Contoh kalimat:
- “I want a coffee, please.”
- “How much is this?”
- “Where is the library?”
Minggu 11-12: Campus & Social English
- Perkenalan di kelas & bertanya dosen
- Frasa penting di kampus:
- “I don’t understand.”
- “Could you repeat, please?”
- Berlatih percakapan singkat dengan teman internasional
Aktivitas:
- Role-play situasi sehari-hari
- Menulis dan membaca email sederhana
- Mendengarkan percakapan singkat dari video atau audio
Kesalahan dasar belajar bahasa Inggris untuk pemula
Belajar Bahasa Inggris bagi pemula sering terasa sulit karena beberapa hal. Pertama, banyak orang takut salah saat berbicara sehingga jarang berlatih, padahal praktik adalah kunci untuk cepat mahir. Kedua, terlalu fokus pada tata bahasa dan aturan rumit membuat proses belajar membingungkan dan melelahkan. Ketiga, pemula sering menerjemahkan kata per kata dari bahasa Indonesia, sehingga kalimat yang dihasilkan terdengar tidak alami. Selain itu, jarang mendengar percakapan asli membuat kemampuan listening sulit berkembang, sehingga sulit memahami orang lain berbicara. Akhirnya, keinginan untuk cepat lancar sering membuat mereka cepat frustrasi dan mudah menyerah, padahal belajar bahasa adalah proses bertahap yang membutuhkan latihan konsisten dan kesabaran.

